Inovasi Kelurahan Pohsangit Kidul

Senekah

1. SENEKAH, Inovasi Kecamatan Kademangan Perkuat Sinergi Warga Menuju Masyarakat Sejahtera KOTA PROBOLINGGO – Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi SENEKAH (SinErgitas LayaNan dan Edukasi MasyaraKAt SejaHtera). Inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, kader pemberdayaan, pelaku usaha, dan warga untuk menciptakan gerakan edukasi berkelanjutan melalui metode getuk tular atau berbagi pengetahuan dari masyarakat kepada masyarakat.

SENEKAH lahir sebagai jawaban atas tantangan yang masih dihadapi masyarakat pra sejahtera, seperti terbatasnya akses terhadap informasi pemberdayaan, rendahnya kapasitas ekonomi keluarga, serta belum optimalnya keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Melalui pendekatan partisipatif, inovasi ini tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membangun budaya saling belajar dan saling menguatkan antarsesama warga.

Camat Kademangan Kota Probolinggo, Abdi Firdausi, mengatakan bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan akan lebih mudah terwujud apabila masyarakat turut berperan aktif menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing.

"SENEKAH kami rancang sebagai gerakan bersama. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu berbagi pengalaman, pengetahuan, dan semangat kepada warga lainnya. Ketika satu keluarga berhasil berkembang, maka keberhasilan itu diharapkan menular kepada keluarga lain melalui semangat gotong royong dan getuk tular," ujar Abdi Firdausi.

Ia menjelaskan bahwa inovasi SENEKAH diawali dengan identifikasi keluarga pra sejahtera berdasarkan data kewilayahan dan hasil musyawarah masyarakat. Selanjutnya dilakukan pemetaan potensi, kebutuhan, dan permasalahan yang dihadapi masing-masing keluarga agar pendampingan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Setelah itu, kecamatan bersama kelurahan menunjuk mentor atau warga inspiratif yang telah berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya untuk mendampingi masyarakat lainnya. Pendampingan dilakukan melalui edukasi, pelatihan keterampilan, konsultasi usaha, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pengembangan jejaring ekonomi masyarakat.

Keunikan SENEKAH terletak pada penerapan metode getuk tular. Setiap penerima manfaat tidak berhenti sebagai peserta program, tetapi didorong untuk menjadi penyebar informasi dan pengalaman kepada keluarga lain di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, proses pemberdayaan berkembang secara organik melalui kekuatan modal sosial masyarakat.

"Pendekatan ini membuat proses pemberdayaan tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan saja. Kami membangun ekosistem pembelajaran yang terus berkembang karena masyarakat sendiri menjadi bagian dari proses edukasi. Inilah yang menjadi kekuatan utama SENEKAH," tambahnya.

Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, SENEKAH juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari PKK, LPM, RT/RW, Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses informasi pelayanan pemerintah sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

Melalui inovasi ini, Kecamatan Kademangan menargetkan terbentuknya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan. Di sisi lain, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang memperkuat jejaring kolaborasi sehingga masyarakat dapat tumbuh sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek penerima program.

2. Camat Kademangan Luncurkan Inovasi SANTAP, Perkuat Ketahanan Pangan dan Percepat Penurunan Stunting

Probolinggo – Pemerintah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, memperkenalkan inovasi SANTAP (SAdar NuTrisi dan KeTAhanan Pangan) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi pemerintah, TP PKK, UMKM, Posyandu, KWT, dan masyarakat.

Camat Kademangan, Abdi Firdausi, mengatakan SANTAP bukan sekadar program edukasi gizi, tetapi inovasi yang mengintegrasikan berbagai program ketahanan pangan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri menjadi satu ekosistem pelayanan yang terukur.

"SANTAP merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap penguatan ketahanan pangan keluarga dan peningkatan kualitas gizi. Kami ingin seluruh potensi yang dimiliki kelurahan bergerak dalam satu tujuan, yaitu mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan bebas stunting," ujar Abdi Firdausi.

Menurutnya, inovasi tersebut mengedepankan perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi gizi, penguatan UMKM pangan, pemanfaatan pekarangan, serta pendampingan keluarga sasaran secara berkelanjutan.

SANTAP memiliki tiga pilar utama, yaitu Penguatan UMKM Pangan Bergizi, Penggerakan Giat Masyarakat, dan Data serta Sasaran Terpadu. Ketiga pilar tersebut menjadi dasar pelaksanaan inovasi agar intervensi pemerintah tepat sasaran sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahapan pelaksanaan dimulai dari identifikasi kondisi masyarakat, pendataan keluarga sasaran, edukasi gizi, pelatihan dan pendampingan, kolaborasi UMKM, pemanfaatan pekarangan, monitoring, evaluasi, hingga pengembangan inovasi secara berkelanjutan.

Abdi Firdausi menegaskan keberhasilan SANTAP sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. "Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis dapat menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan pangan yang berkelanjutan."

Melalui inovasi SANTAP, Kecamatan Kademangan berharap dapat menghadirkan model penguatan ketahanan pangan tingkat kelurahan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Probolinggo serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.


LINK TERKAIT