INOVASI Kelurahan Ketapang

Canting Legi

CANTING LEGI, Inovasi Kecamatan Kademangan Padukan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Probolinggo – Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui inovasi CANTING LEGI (CegAh StuNTIng KetapaNG dengan LEle BerGIzi). Program yang digagas bersama Kelurahan Ketapang ini menghadirkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan pemenuhan gizi balita berbasis pangan lokal sekaligus memperkuat pemasaran produk Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar).

Inovasi tersebut dilaksanakan setiap tiga bulan sekali melalui kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Ketapang, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, serta Poklahsar. Dalam pelaksanaannya, keluarga yang memiliki bayi dan balita stunting menerima bantuan ikan lele sebagai sumber protein hewani berkualitas, disertai edukasi mengenai gizi seimbang dan pola konsumsi pangan bergizi.

Camat Kademangan Kota Probolinggo, Abdi Firdausi, mengatakan bahwa CANTING LEGI merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah kesehatan, tetapi juga mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

"Melalui CANTING LEGI, kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana namun berdampak besar. Penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga harus memastikan keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi. Di sisi lain, kami memanfaatkan potensi lokal berupa budidaya dan pengolahan ikan lele sehingga manfaat program ini dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas," ujar Abdi Firdausi.

Menurutnya, ikan lele dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, memiliki kandungan gizi tinggi, serta harganya relatif terjangkau. Pemanfaatan komoditas lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan konsumsi protein pada balita, terutama selama periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Lebih lanjut, Abdi menjelaskan bahwa inovasi ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk hasil budidaya dan olahan anggota Poklahsar memperoleh kepastian pasar melalui kegiatan penyaluran kepada keluarga sasaran sehingga mampu meningkatkan produktivitas kelompok usaha perikanan di Kelurahan Ketapang.

"Inovasi ini kami rancang agar memberikan manfaat ganda. Balita memperoleh asupan protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, sementara kelompok pengolah hasil perikanan mendapatkan peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan kesehatan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat," tambahnya.

Pelaksanaan CANTING LEGI diawali dengan pendataan balita stunting dan balita berisiko stunting oleh kader Posyandu bersama tenaga kesehatan. Data tersebut kemudian diverifikasi oleh Tim Penggerak PKK sebagai dasar penetapan keluarga penerima manfaat. Selanjutnya Poklahsar menyiapkan ikan lele sesuai kebutuhan sasaran yang kemudian disalurkan oleh Pemerintah Kelurahan setiap tiga bulan sekali.

Tidak berhenti pada penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, cara mengolah ikan yang benar agar kandungan gizinya tetap terjaga, hingga pola pemberian makan yang sesuai dengan usia anak. Setelah itu kader Posyandu melakukan pemantauan pertumbuhan balita melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta evaluasi perkembangan status gizi secara berkala.

Abdi menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama inovasi ini. Pemerintah, PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan kelompok masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan intervensi yang diberikan berjalan secara berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu CANTING LEGI dibangun sebagai gerakan bersama yang memadukan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan potensi lokal sehingga hasilnya dapat dirasakan secara berkesinambungan," jelasnya.

Melalui inovasi tersebut, Kecamatan Kademangan berharap dapat meningkatkan kualitas gizi balita, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi perikanan lokal. Ke depan, CANTING LEGI diharapkan menjadi model inovasi pelayanan publik yang mampu direplikasi pada wilayah lain dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Probolinggo VIDIO Canting Legi


LINK TERKAIT