INOVASI KELURAHAN PILANG

Ayo ting ting

AYO TING-TING, Inovasi Kecamatan Kademangan Perkuat Peran Orang Tua Cegah Stunting Sejak Dini Probolinggo – Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui inovasi AYO TING-TING (AYO Cegah StunTING dengan ParenTING). Inovasi yang dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita ini mengedepankan edukasi kepada para orang tua, khususnya ibu balita, mengenai pentingnya pola asuh (parenting) dan pemenuhan gizi sebagai langkah preventif mencegah stunting.

Berbeda dengan pelayanan Posyandu pada umumnya yang berfokus pada penimbangan dan pemantauan pertumbuhan balita, AYO TING-TING menghadirkan sesi edukasi parenting yang disampaikan secara rutin oleh Kader Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak PKK Kelurahan Pilang. Melalui pendekatan tersebut, setiap kegiatan Posyandu tidak hanya menjadi sarana pemantauan kesehatan anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi keluarga dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat.

Camat Kademangan Kota Probolinggo, Abdi Firdausi, mengatakan inovasi AYO TING-TING lahir dari kebutuhan untuk mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pencegahan stunting.

"Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi, tetapi juga sangat berkaitan dengan pola asuh orang tua. Karena itu kami memandang bahwa edukasi kepada keluarga harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan Posyandu. Melalui inovasi AYO TING-TING, kami ingin memastikan setiap orang tua memperoleh pengetahuan yang benar mengenai upaya pencegahan stunting sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Abdi Firdausi.

Menurutnya, inovasi tersebut memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia di masyarakat, yakni kader Posyandu dan Kader Pokja IV TP PKK, sehingga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan tanpa memerlukan anggaran yang besar.

Dalam pelaksanaannya, ibu balita yang hadir di Posyandu terlebih dahulu mengikuti proses registrasi dan pemantauan pertumbuhan anak melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan perkembangan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi AYO TING-TING yang membahas berbagai materi penting, mulai dari pengenalan stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pemenuhan gizi seimbang, pemberian MP-ASI sesuai usia, pola asuh anak, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung mengenai permasalahan tumbuh kembang anak yang dihadapi di lingkungan keluarga. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun perubahan perilaku masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran orang tua.

Abdi menjelaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

"Kami ingin membangun budaya pencegahan, bukan hanya penanganan. Ketika orang tua memahami pentingnya gizi, pola asuh, sanitasi, dan stimulasi tumbuh kembang anak, maka risiko stunting dapat dicegah sejak dini. Inilah yang menjadi semangat utama inovasi AYO TING-TING," katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inovasi tersebut juga menjadi bentuk penguatan pelayanan publik di tingkat kelurahan melalui optimalisasi Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga.

Menurutnya, model inovasi ini relatif mudah diterapkan karena memanfaatkan kegiatan Posyandu yang telah berlangsung secara rutin setiap bulan. Dengan demikian, edukasi dapat dilakukan secara berkesinambungan tanpa menambah beban masyarakat maupun kader kesehatan.

"Kami berharap AYO TING-TING tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Pilang, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan inovasi serupa dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Probolinggo," pungkas Abdi. VIDIO AYO TING TING


LINK TERKAIT