Transmigrasi

Jumlah penduduk pada akhir tahun 2015 tercatat sebesar 40.228 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 11.974 KK. Jumlah penduduk  laki-laki sebesar 20.011 jiwa (49,74%) dan perempuan sebesar 20.217 jiwa (50,26%), Komposisi penduduk antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki terpaut  0,52% dan yang lebih dominan adalah jenis kelamin perempuan.

Sedangkan kepadatan penduduk Kecamatan Kademangan sebesar 3.123 jiwa per km². Bila dilihat pada 6 kelurahan yang ada, Kelurahan Triwung Kidul menempati posisi terpadat yaitu dengan kepadatan sebesar 4.272 jiwa per km² disusul Kelurahan Kademangan dengan kepadatan sebesar 3.517 jiwa per km². Sedangkan kelurahan yang paling rentah tingkat kepadatannya adalah Kelurahan Pilang dengan kepadatan sebesar 2.088 Km².

Rasio Jenis Kelamin atau Sex Rasio di Kecamatan Kademangan sebesar 98 artinya diantara 100 penduduk perempuan ada 98 penduduk laki-laki. Untuk mengatahui rincian secara detail jumlah dan jenis kelamin penduduk dapat dilihat pada tabel dan diagram berikut ini :

Tabel  2.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Per Desember Tahun 2015

No Kelurahan Jenis Kelamin Jumlah Kepala Keluarga
Laki-laki Perempuan
1 Triwung Kidul 3.993 4.025 8.018 2.850
2 Kademangan 3.743 3.821 7.564 2.251
3 Pohsangit Kidul 2.490 2.471 4.961 1.352
4 Pilang 3.201 3.206 6.407 1.929
5 Triwung Lor 3.155 3.168 6.323 1.546
6 Ketapang 3.429 3.526 6.955 2.046
Jumlah 20.011 20.217 40.228 11.974

Sumber data : laporan kependudukan kelurahan

 

Dari komposisi jumlah penduduk kecamatan kademangan menggambarkan bahwa kelompok umur Usia Produktif menempati urutan pertama sebesar 20.577 jiwa (51,2%), kedua adalah kelompok umur Usia Sekolah sebesar 11.981 jiwa (29,8%), selanjutnya adalah kelompok usia balita sebesar 4.417 jiwa (11,0%) dan selebihnya adalah kelompok manula sebesar 3.253 jiwa (8,1%). Untuk gambaran secara rinci komposisi jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada tabel dan diagram berikut  ini :

Tabel  2.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Golongan Umur

No Kelurahan Kelompok Umur Jumlah
 

Balita

0 – 6

Usia

Sekolah

7 – 23

Usia

Produktif

24 – 55

 

Manula

56 Keatas

1 Triwung Kidul 867 2.501 4.415 235 8.018
2 Kademangan 843 2.121 3.648 952 7.564
3 Pohsangit Kidul 564 1.431 2.397 569 4.961
4 Pilang 674 1.908 3.131 694 6.407
5 Triwung Lor 764 2.014 3.378 167 6.323
6 Ketapang 705 2.006 3.608 636 6.955
Jumlah 4.417 11.981 20.577 3.253 40.228

 

Adanya pergerakan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dan peristiwa kelahiran serta kematian menyebabkan jumlah penduduk selalu berubah. Penambahan jumlah penduduk beasal dari kelahiran dan adanya penduduk datang dari wilayah lain, pada tahun 2015 tercatat penambahan jumlah penduduk sebesar 1.350 jiwa, sedangkan pengurangan jumlah penduduk tercatat sebesar 1.216 jiwa yang diakibatkan karena adanya kematian. Dari angka tersebut dapat disimpulkan bahwa penduduk kecamatan Kademangan pada tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 134 jiwa dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2014. Rincian penambahan dan pengurangan jumlah penduduk secara lengkap disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel  2.5 Jumlah Kelahiran dan Kematian Penduduk Bulan Januari s.d Desember Tahun 2015

No Kelurahan Tambah / Kurang
Lahir Mati Pindah Datang
1 Triwung Kidul 138 60 185 126
2 Kademangan 125 69 149 134
3 Pohsangit Kidul 73 60 46 32
4 Pilang 91 55 203 152
5 Triwung Lor 91 72 97 80
6 Ketapang 92 50 170 216
Jumlah 610 366 850 740

 

Pergerakan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dan peristiwa kelahiran serta kematian dilaporkan oleh Ketua RT dan RW setiap bulan ke  kelurahan  dan secara berjenjang kelurahan melaporkan ke kecamatan.

Keberadaan Ketua RT dan RW memiliki peranan  penting dalam membantu menjalakan tugas pelayanan kepada masyarakar sekaligus memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan kemasyarakatan yang berdasarkan swadaya, kegotong royongan dan kekeluargaan, dalam rangka meningkatkan ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembentukan Ketua RT dan RW berpedoman pada  Peraturan Daerah Kota Probolinggo nomor 8 tahun 2005 tentang pedoman pembentukan organisasi rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Berdasarkan peraturan tersebut Rukun Tetangga (RT) dapat dibentuk dengan cara pemilihan dan dengan syarat  apabila  Kepala Keluarga yang tinggal dilingkungan tersebut  sebanyak 20 – 50. Dengan masa bhakti selama 4 tahun diharapkan ketua RT dan RW dapat efektif membantu tugas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sampai saat ini Rukun Tetangga (RT) yang terbentuk ada 175 sedangkan Rukun Warga yang terbentuk ada 33 dengan rincian seperti pada tabel berikut ini :

Tabel  2.6

Jumlah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)

No. Kelurahan RT RW Jumlah
1. Triwung Kidul 40 7 47
2. Kademangan 31 7 38
3. Pohsangit Kidul 18 5 23
4. Pilang 20 5 25
5. Triwung Lor 40 4 44
6. Ketapang 26 5 31
Jumlah 175 33 208