Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Pemkot Gelar Pelatihan Pengelolaan Homestay

MAYANGAN – Untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengelola usaha homestay/pondok wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo menggelar Pelatihan Pengelolaan Homestay/Pondok Wisata bagi 35 orang, Selasa (21/6) hingga 23 Juni mendatang.

Pelatihan yang diselenggarakan di Bale Hinggil dengan menghadirkan narasumber dari East Java Ecotourism Forum (EJEF) itu diapresiasi Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi hal penting bagi semuanya sehingga terwujudnya pariwisata di wilayah Kota Probolinggo diperlukan kolaborasi dan kebersamaan, salah satunya adalah pengelolaan homestay.

Ya, keberadaan homestay ini dapat dirasakan bagi wisatawan yang hadir untuk bisa menikmati sajian pelayanan kita. “Dengan kegiatan ini untuk pengelolaan usaha homestay supaya bisa memahami, bisa mengerti sehingga kita bisa lebih siap di dalam menyambut wisatawan ataupun apabila ada event-event di Kota Probolinggo yang mendatangkan dari tamu dari luar kota,” ujar wali kota.  

Menilik Kejurprov Taekwondo di Gor Mastrip pada 24 – 27 Maret 2022 lalu. Para atlet, official dan orang tua butuh penginapan di dekat arena. Ini kesempatan bagi pengelola homestay menjadi tuan rumah yang baik selama perlombaan berlangsung.

Untuk itu Habib Hadi meminta Dispopar mendorong dan mendukung pengelola homestay berkolaborasi bersama. “Saya minta pada Dispopar dan bidang-bidangnya, tolong dipersiapkan homestay-homestay dan lainnya ini agar betul-betul memenuhi standar dan layak agar tercipta ekonomi kreatif,” pintanya.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Kota Probolinggo untuk berwisata diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Apalagi Kota Seribu Taman ini pada tahun 2023 akan menjadi tuan rumah event olah raga provinsi (Kejurprov). “Jadi akan ada tamu datang ke Probolinggo dan bermalam tidak saja di hotel tetapi juga di homestay,” terangnya.

Metode pelatihan ini 50 persen penyampaian materi, 20 persen diskusi dan kerja kelompok untuk hari pertama dan kedua. Selanjutnya 30 persen kunjungan lapangan pada hari ketiga.  (DY/fa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.